Daya Tarik yang Dimiliki Gua Susuripen Tomohon

 

Gua Susuripen dulunya menjadi area spaceman demo tinggal leluhur yang merupakan penguasa Gunung Mahawu, yaitu Rumengan dan Keturunannya. Konon pada mulanya juga ditempati oleh nenek moyang Minahasa yang bernama Opo Toar dan Lumimuut. Keberadaannya saat ini ini udah mengalami banyak perbaikan supaya punyai kekuatan tarik tersendiri.

Batu Datar yang Memiliki Makna Mendalam

Daya tarik yang menjadi pusat perhatian dikala memasuki area gua adalah sebuah batu datar. Batu dengan bentuk datar ini penting untuk diperhatikan sebab memiliki kandungan makna yang mendalam. Wisatawan perlu menghendaki izin lebih-lebih dahulu sebelum saat memasuki area Gua Susuripen.

Izin yang dimaksud artinya kepada mahjong ways leluhur supaya terhindar dari bahaya atau beragam perihal yang tidak diinginkan. Meskipun terlihat cukup sepele, batu ini tidak boleh diabaikan begitu saja demi keamanan. Konon katanya kalau tersedia yang memasuki gua tanpa izin, maka tidak bakal bisa kembali atau mendapat bahaya.

Pada dasarnya bisa mengimbuhkan pelajaran yang berharga untuk senantiasa izin dalam memasuki kawasan wisata manapun. Sehingga tidak bakal masuk teledor dengan melanggaran aturan atau rutinitas yang ada.

Mata Air yang Jernih

Hampir tiap-tiap gua yang terbentuk secara alami punyai sungai atau mata air, terhitung Gua Susuripen Tomohon. Mata airnya terlihat begitu jernih dan beri kesegaran supaya biasa digunakan untuk mandi atau cuma membasuh muka. Arusnya sangat tenang dengan tingkat kedalaman yang cukup rendah.

Sumber mata air berikut juga dipercaya bisa membuat sembuh beragam macam penyakit yang dialami seseorang. Jadi dapat dipastikan bahwa air yang tersedia dalam gua bukan sembarang air. Maka dari itu, warga setempat banyak yang berkunjung ke wilayah untuk menyita air dengan mempunyai wadah. Bahkan tersedia yang meminumnya secara segera tanpa direbus dahulu.

Mulut Gua yang Menganga Mirip Ular Patola

Panjang Gua Susuripen secara menyeluruh menggapai 500 meter dan punyai tinggi lebih kurang 2 hingga 5 meter. Ukuran tingginya sebetulnya banyak ragam supaya kalau menelusuri bagian dalam diharuskan untuk merayap atau tiarap. Sementara itu, bagian mulut gua punyai diameter yang menggapai hingga lebih dari 8 meter.

Bentuk mulutnya terlihat menganga yang sangat serupa dengan mulut ular patola. Sanca patola sendiri terhitung dalam spesies ular non berbisa yang dapat dijumpai di Papua Nugini, Australia dan Indonesia. Jenis spesies ini sendiri sebetulnya menarik yang biasa disebut sebagai batu kecubung.

Добавить комментарий